Kamis, 02 Juli 2015

CINTAKU SEPERTI ILMU TAJWID


Selamat Pagi,
Disini saya akan menyampaikan cerita cinta seorang santri.
Saya tidak banyak bicara panjang lebar, yuk kita baca saja...
Saat pertama kali bejumpa denganmu, aku bagaikan
berjumpa dengan saktah...hanya bisa terpana dengan
menahan nafas sebentar....
Aku dimatamu mungkin bagaikan nun mati diantara
idgham billaghunnah,terlihat,tapi dianggap tak ada...
Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti
Idzhar,jelas dan terang...
Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi,maka jika
aku bertemu dirimu, itu disebut cinta...
Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu
seperti Idgham mutamaatsilain... melebur jadi satu.
Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil... Paling
panjang di antara yang lainnya...
Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti
Qalqalah kubro.. terpantul-pantul dengan keras...
Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti
Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu..
Sayangku padamu seperti mad thobi'I dalam Al-Qur'an...
Buanyaaakkk beneerrrrr....
Semoga dalam hubungan kita ini seperti idgham
bilaghunnah yang cuma berdua,lam dan ro' ..
Meski perhatianku ga terlihat seperti alif lam syamsiah,
cintaku padamu seperti alif lam Qomariah, terbaca jelas...
kau & aku sepeti Idgham Mutaqooribain..perjumpaan 2
huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya...
Layaknya huruf Tafkhim,Namamu pun bercetak tebal di
fikiranku ..
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu
seperti mad aridlisukun.