Praktek Penelitian Lapangan ke Yogyakarta
PPL (Praktek Penelitian Lapangan) merupakan salah satu program sekolah yang di laksanakan setiap satu tahun sekali. Dimana program itu hanya di ikuti oleh siswa/siswi kelas XI dari berbagai jurusan. Setiap jurusan mempunyai lokasi penelitian yang berbeda-beda sesuai dengan jurusan masing-masing.
PPL tahun ini dilaksanakan pada tanggal 13-14 Desember 2010. Tempat tujuannya di Jogjakarta. Awal pemberangkatan ke Jogjakarta pada pukul 22.00 WIB, hingga pukul 05.30 tiba di masjid Purworejo untuk menunaikan sholat shubuh. Kemudian meneruskan perjalanan menuju masjid agung Wates untuk sarapan pagi dan persiapan ke PT. Madu Baru, Bantul Yogyakarta.
1. PT. Madu Baru, Bantul Yogyakarta
Kami tiba di PT. Madu Baru pada pukul 09.00 WIB dan langsung disambut oleh wakil perusahaan yang diwakili oleh bapak Suhadi, yang oleh beliau kami di beri informasi dan pengarahan tentang sejarah awal bedirinya, proses pengolahan tebu menjadi gula sampai pada pemasaran.
SEJARAH BERDIRINYA PT. MADU BARU, BANTUL YOGYAKARTA
Sebelum kemerdekaan, Sri Sultan Hamengkubuwono IX mendirikan 17 perusahaan gula pasir. Tetapi ketika penjajahan Jepang 15 perusahaan gula pasir itu dibakar tepatnya pada tahun 1945.
Pada tahun 1955-1962, Sri Sultan Hamengkubuwono X mendirikan perusahaan gula pasir lagi yang diberi nama PT. Madu Baru, yang bertujuan untuk menampung semua buruh yang sudah lama menganggur akibat penjajahan Jepang.
Pada tahun 1962-1988, PT. Madu Baru di ambil alih oleh pemerintah sebagai perusahaan Negara. Tahun 1966-1984, PT. Madu Baru menjalin kerjasama dengan PT. Rajawali di Jakarta. Di tahun 2004 sampai sekarang menjadi perusahaan swasta kembali. Dengan pembagian 65% milik Sri Sultan Hamengkubuwono X dan 35% milik pemerintah. Dengan lahan yang luasnya 5.000 Ha dapat menghasilkan 3500 ton tebu setara dengan 700 truk/hari akan menjadi gula 250 ton. Dengan lahan seluas itu, PT. Madu Baru memerlukan tenaga kerja sebanyak 2000 orang petani dan 400 orang di dalam pabrik. Pohon tebu dapat dipanen dalam waktu 11 bulan sekali.
Setelah mendapat pengarahan dan keterangan dari pengelola pabrik, kami pun di ajak berkeliling untuk melihat langsung proses pembuatan gula pasir. Dengan sistematis sebagai berikut :
> Proses pengolahan tebu menjadi gula
1. Penggilingan
2. Pemerasan
3. Pematangan
4. Penimbangan
5. Pengemasan
6. Pengepakkan
7. Pemasaran
2. Pantai Parangtritis
Setelah selesai penelitian di PT.Madu Baru pada pukul 12.00 WIB, kami langsung menuju ke Pantai Parangtritis yang terletak di Sleman Yogyakarta di tempuh selama satu jam. Sebelum sampai ke pantai Parangtritis kita harus melewati pemukiman warga terlebih dahulu. Objek wisata Parangtritis juga dikenal dengan kemistisannya menurut masyarakat setempat dan diperkuat dengan adanya larangan-larangan yang berbau mistis, misalnya memakai baju yang warnanya terlalu mencolok seperti hijau dan merah. Kita juga bisa menikmati panorama alam sambil menaiki andong dan berkuda serta bisa juga menaiki ATV. Setelah cukup puas menikmati indahnya panorama Parangtritis kami pun melanjutkan perjalanan ke Malioboro, tapi sebelumnya kami beristirahat dahulu dengan diisi ISHOMA (Istirahat, sholat dan makan).
3. Malioboro
Sebelum ke Malioboro kami mampir terlebih dahulu ke pusat oleh-oleh khas Yogyakarta yakni D’Java. Salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta yang banyak diminati adalah BAKPIA PATHOK. Setelah puas berbelanja oleh-oleh, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Alun-alun kota Yogyakarta, yang memerlukan waktu ½ jam perjalanan. Sesampainya di sana, kami sholat maghrib terlebih dahulu. Setelah selesai sholat maghrib barulah kami berangkat ke tempat yang di tuju yaitu Malioboro.
Malioboro adalah pasar tradisional yang terkenal dengan murahnya. Yang menyajikan berbagai macam jajanan pasar, barang-barang antik, aksesoris dan batik khas Yogya. Mengelilingi Malioboro bisa juga dengan menaiki becak, yang merupakan salah satu kendaraan tradisional Yogya.
Setelah kami selesai melakukan PPL selama dua har Kami memulai perjalanan pulang pada pukul 21.00 hingga tiba di Cirebon pada pukul 06.30.
PPL (Praktek Penelitian Lapangan) merupakan salah satu program sekolah yang di laksanakan setiap satu tahun sekali. Dimana program itu hanya di ikuti oleh siswa/siswi kelas XI dari berbagai jurusan. Setiap jurusan mempunyai lokasi penelitian yang berbeda-beda sesuai dengan jurusan masing-masing.
PPL tahun ini dilaksanakan pada tanggal 13-14 Desember 2010. Tempat tujuannya di Jogjakarta. Awal pemberangkatan ke Jogjakarta pada pukul 22.00 WIB, hingga pukul 05.30 tiba di masjid Purworejo untuk menunaikan sholat shubuh. Kemudian meneruskan perjalanan menuju masjid agung Wates untuk sarapan pagi dan persiapan ke PT. Madu Baru, Bantul Yogyakarta.
1. PT. Madu Baru, Bantul Yogyakarta
Kami tiba di PT. Madu Baru pada pukul 09.00 WIB dan langsung disambut oleh wakil perusahaan yang diwakili oleh bapak Suhadi, yang oleh beliau kami di beri informasi dan pengarahan tentang sejarah awal bedirinya, proses pengolahan tebu menjadi gula sampai pada pemasaran.
SEJARAH BERDIRINYA PT. MADU BARU, BANTUL YOGYAKARTA
Sebelum kemerdekaan, Sri Sultan Hamengkubuwono IX mendirikan 17 perusahaan gula pasir. Tetapi ketika penjajahan Jepang 15 perusahaan gula pasir itu dibakar tepatnya pada tahun 1945.
Pada tahun 1955-1962, Sri Sultan Hamengkubuwono X mendirikan perusahaan gula pasir lagi yang diberi nama PT. Madu Baru, yang bertujuan untuk menampung semua buruh yang sudah lama menganggur akibat penjajahan Jepang.
Pada tahun 1962-1988, PT. Madu Baru di ambil alih oleh pemerintah sebagai perusahaan Negara. Tahun 1966-1984, PT. Madu Baru menjalin kerjasama dengan PT. Rajawali di Jakarta. Di tahun 2004 sampai sekarang menjadi perusahaan swasta kembali. Dengan pembagian 65% milik Sri Sultan Hamengkubuwono X dan 35% milik pemerintah. Dengan lahan yang luasnya 5.000 Ha dapat menghasilkan 3500 ton tebu setara dengan 700 truk/hari akan menjadi gula 250 ton. Dengan lahan seluas itu, PT. Madu Baru memerlukan tenaga kerja sebanyak 2000 orang petani dan 400 orang di dalam pabrik. Pohon tebu dapat dipanen dalam waktu 11 bulan sekali.
Setelah mendapat pengarahan dan keterangan dari pengelola pabrik, kami pun di ajak berkeliling untuk melihat langsung proses pembuatan gula pasir. Dengan sistematis sebagai berikut :
> Proses pengolahan tebu menjadi gula
1. Penggilingan
2. Pemerasan
3. Pematangan
4. Penimbangan
5. Pengemasan
6. Pengepakkan
7. Pemasaran
2. Pantai Parangtritis
Setelah selesai penelitian di PT.Madu Baru pada pukul 12.00 WIB, kami langsung menuju ke Pantai Parangtritis yang terletak di Sleman Yogyakarta di tempuh selama satu jam. Sebelum sampai ke pantai Parangtritis kita harus melewati pemukiman warga terlebih dahulu. Objek wisata Parangtritis juga dikenal dengan kemistisannya menurut masyarakat setempat dan diperkuat dengan adanya larangan-larangan yang berbau mistis, misalnya memakai baju yang warnanya terlalu mencolok seperti hijau dan merah. Kita juga bisa menikmati panorama alam sambil menaiki andong dan berkuda serta bisa juga menaiki ATV. Setelah cukup puas menikmati indahnya panorama Parangtritis kami pun melanjutkan perjalanan ke Malioboro, tapi sebelumnya kami beristirahat dahulu dengan diisi ISHOMA (Istirahat, sholat dan makan).
3. Malioboro
Sebelum ke Malioboro kami mampir terlebih dahulu ke pusat oleh-oleh khas Yogyakarta yakni D’Java. Salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta yang banyak diminati adalah BAKPIA PATHOK. Setelah puas berbelanja oleh-oleh, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Alun-alun kota Yogyakarta, yang memerlukan waktu ½ jam perjalanan. Sesampainya di sana, kami sholat maghrib terlebih dahulu. Setelah selesai sholat maghrib barulah kami berangkat ke tempat yang di tuju yaitu Malioboro.
Malioboro adalah pasar tradisional yang terkenal dengan murahnya. Yang menyajikan berbagai macam jajanan pasar, barang-barang antik, aksesoris dan batik khas Yogya. Mengelilingi Malioboro bisa juga dengan menaiki becak, yang merupakan salah satu kendaraan tradisional Yogya.
Setelah kami selesai melakukan PPL selama dua har Kami memulai perjalanan pulang pada pukul 21.00 hingga tiba di Cirebon pada pukul 06.30.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar